Sabtu, 12 Mei 2018

translation artikel kesehatan softskill

CHELSI CLAUDIA
12614341 / 4SA02

Penyakit Jantung --- Mengenal Penyakit Jantung.










Penyakit Jantung --- Mengenal Penyakit Jantung.
Penyakit jantungadalah penyakit yang berhubungan dengan system cardiovaskuler, yaitu organ jantung beserta pembuluh-pembuluh darahnya, contoh seperti serangan jantung, penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggistroke, sakit di dada (biasa di sebut “angina”) dan penyakit jantung rematik.
Istilah Serangan jantung dikarenakan pembuluh arteri yang tersumbat, yang menghambat penyaluran oksigen dan nutrisi ke jantung. Stroke disebabkan oleh kurangnya aliran darah yang mengalir ke otak, atau terkadang menyebabkan pendarahan di otak.
Penyakit Jantung memiliki catatan rekor tertinggi penyebab kematian pada orang dewasa di Amerika, setiap tahun tercatat:
·         1,5 juta orang mengalami serangan jantung.
·         478000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner.
·         407000 orang mengalami operasi peralihan.
·         300000 orang menjalani angioplasty
Penyakit jantung yang paling banyak diderita orang adalah penyakit jantung koroner. Dalam penyakit jantung koroner, arteri koroner menjadi semakin sempit dan kadang-kadang terblokir. Hal ini menyebabkan darah tidak dapat disalurkan dengan baik ke otot-otot jantung. Awalnya, si penderita mungkin masih dapat bernafas dengan normal dan darah yang mengalir ke otot jantung masih cukup. Namun, ketika dia melakukan aktivitas yang lebih berat seperti berolahraga atau sedang marah, arteri koroner yang menyempit tidak dapat mensuplai darah yang cukup ke otot-otot jantung. Padahal, pada saat tersebut, jantung memerlukan darah lebih banyak agar tubuh mendapatkan energi dan oksigen yang cukup untuk melakukan aktivitas tersebut. Akibatnya si penderita bisa jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri, dan bahkan bisa meninggal.
Penyakit jantung tidak semuanya disebabakan oleh terganggunya fungsi pembuluh darah, berikut ini adalah beberapa gangguan lain pada organ jantung itu sendiri:
Abnormal Heart Rhythms
Normalnya jantung berdetak 60 sampai 100 kali tiap menit (atau sekiar 100 ribu kali setiap harinya). Jantung yang bedetak tidak normal biasanya disebutarryhytmia (sering juga disebut dysrhythmia). Jantung yang berdetak terlalu lambat (dibawah 60 kali per menit) disebut bradyarrhythmias. Sedankan yang berdetak di atas 100 per menit disebut tachyarrhytmias.
Heart Failure
Atau gagal jantung merupakan yang paling menakutkan. Bukan berarti jantung tidak dapat bekerja sama sekali, hanya saja jantung tidak berdetak sebagaimana mestinya
Heart Valve Disease
Rusaknya katup jantung. Katup jantung terdapat pada setiap bilik jantung (jantung kita memiliki 4 buah bilik) yang berfungsi mengatur aliran darah searah menuju jantung.
Congenitas Heart Disease
Atau biasa disebut kelainan pada jantung. Menyerang 8 sampai 10 anak dari tiap 1000 kelahiran. Gejala awal biasanya terldeteksi saat kelahiran atau pada masa kanak-kanak. Di Amerika sekitar 500 ribu orang mengalami kelainan jantung pada masa pertumbuhannya dan bertambah sektar 20 ribu orangtiap tahunnya.
Cardiomyopathies
Menyerang pada otot jantung itu sendiri. Orang -orang yang terserang penyakit ini biasanya mengalamai pembesaran, pengecilan jantung secara tidak normal dan atau bahkan menjadi kaku. Menyebabkan jantung memompa secara tidak normal (menjadi lebih lemah). Tanpa penanganan yang baikcardiomyopathies akan menyebabakan penyakit yang lebih buruk seperti gagal jantung atau menyebabkan jantung berdetak tidak normal.
Pericarditis
Adalah radang yang mengelilingi lapisan jantung. Jarang terjadi, biasanya disebabkan oleh infeksi.
Gejala Penyakit Jantung
Serangan jantung merupakan puncak bencana dari sebuah proses kerusakan yang berlangsung lama, yang sering melibatkan kejutan-kejutan emosional, kekacauanfisiologis dan kelelahan mental. Tanda-tanda peringatan dini begitu subyektif dan begitu tersamar, sehingga bahkan dokter yang terlatih untuk mengukur segala sesuatu secaraobyektif masih bisa mengabaikannya.
Sejumlah keluhan fisik yang patut diwaspadai sebagai gejala penyakit jantung adalah:
nyeri dada berdebar-debar, cepat letih sesak napas ada riwayat sering pingsan sesak bila tidur terlentang beberapa organ tubuh membiru serta perut dan bagian kaki membengkak. Gejala lain yang dialami ketika seseorang terserang penyakit jantung adalah rasa nyeri yang hebat pada bagian dada yang disertai muntah. Rasa tertekan atau seperti ditimpa beban, sakit, terjepit, diperas, dan terbakar di bagian dada dapat menjalar ke lengan kiri, leher, dan punggung,

Faktor-faktor Penyebab Penyakit Jantung.
Penyakit jantung dapat disebabkan oleh banyak factor, dimana gaya hidup merupakan factor utama yang menyebabkan kita rentan terhadap penyakit jantung. Merokok,diabetes, mengkonsumsi makanan berkolesterol tinggi, kurang gerak, malas berolah raga, stress, dan kurang istirahat adalah beberapa faktor pemicu serangan jantung. Namun ada beberapa faktor yang memang tidak dapat diubah, seperti bertambahnya umur atau faktor keturunan.
10 anggapan salah tentang penyakit jantung
1.      Penyakit jantung hanya terjadi pada orang gemuk saja
2.      Penyakit jantung tidak bisa pada anak atau orang muda
3.      Wanita terbebas dari penyakit jantung
4.      Penyakit jantung hanya satu macam
5.      Jantungnya sehat, tak mungkin bisa sakit jantung
6.      Tidak ada hubungan dengan serangan stroke
7.      Penyakit jantung hanya merupakan penyakit keturunan
8.      Penyakit jantung tidak dapat dicegah
9.      Terkena penyakit jantung sebab sering dikagetkan
10.  Penyakit jantung muncul sebab sering mengonsumsi menu jantung pisang
 TRANSLATION        :
NO
SL
Google Translate
TL
Strategy
1
Penyakit jantungadalah penyakit yang berhubungan dengan system cardiovaskuler, yaitu organ jantung beserta pembuluh-pembuluh darahnya, contoh seperti serangan jantung, penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, stroke, sakit di dada (biasa di sebut “angina”) dan penyakit jantung rematik.
Heart disease is a disease associated with the cardiovascular system, the heart organ and its blood vessels, such as heart attack, coronary heart disease, high blood pressure, stroke, chest pain (commonly called "angina") and rheumatic heart disease.
Heart disease is a disease associated with the cardiovascular system, the heart organ and its blood vessels, such as heart attack, coronary heart disease, high blood pressure, stroke, chest pain (commonly called "angina") and rheumatic heart disease.
free translation and communicative translation
2
The term heart attack is due to clogged arteries, which inhibit the delivery of oxygen and nutrients to the heart.
The term heart attack is due to clogged arteries, which inhibit the delivery of oxygen and nutrients to the heart.
free translation
3
Stroke is caused by a lack of blood flow to the brain, or sometimes cause bleeding in the brain.
Stroke is caused by a lack of blood flow to the brain, or sometimes cause bleeding in the brain.
Free translation and communicative translation
4
Heart Disease has a record of the highest causes of death in adults in America, each year recorded:
Heart Disease has a record of the highest causes of death in adults in America, each year recorded:
free translation and communicative translation
5
·         1,5 juta orang mengalami serangan jantung.
• 1.5 million people have heart attacks.
·         1,5 juta orang mengalami serangan jantung.
free translation


Selasa, 10 April 2018

Language and Culture article translation

Penerjemahan berbantuan komputer#



No
SL
Google Translate
TL
Strategy (Newmark)
1
When stress starts interfering with your ability to live a normal life for an extended period, it becomes even more dangerous.
Ketika stres mulai mengganggu kemampuan Anda menjalani kehidupan normal dalam waktu lama, itu akan menjadi lebih berbahaya lagi.
Ketika stress mulai mengganggu anda dalam menjalani kehidupan rutinitas dalam jangka waktu yang panjang, itu akan menjadi lebih berbahaya lagi.
Free and communicative translation method.
2
The longer the stress lasts, the worse it is for both your mind and body.
Semakin lama stres berlangsung, semakin buruk bagi pikiran dan tubuh Anda.
Semakin lama stres berlangsung, semakin buruk pula bagi kesehatan rohani dan jasmani dalam tubuh anda.
Free and communicative translation method.
3
You might feel fatigued, unable to concentrate or irritable for no good reason, for example.
Anda mungkin merasa lelah, tidak dapat berkonsentrasi atau mudah tersinggung tanpa alasan yang bagus, misalnya.
Anda mungkin akan merasa lelah, tidak dapat berkonsentrasi atau mudah tersinggung tanpa alasan yang jelas, misalnya.
Free and communicative translation method.
4
But chronic stress causes wear and tear on your body, too.Stress can make existing problems worse.
Tapi stres kronis menyebabkan keausan pada tubuh Anda juga. Stres bisa membuat masalah yang ada menjadi lebih buruk.
Stres kronis menyebabkan keausan pada tubuh anda juga. Stres bisa membuat masalah yang ada menjadi lebih buruk.
Free and communicative translation method.
5
In one study, for example, about half the participants saw improvements in chronic headaches after learning how to stop the stress-producing habit of “catastrophizing,” or constantly thinking negative thoughts about their pain.
Dalam sebuah penelitian, misalnya, sekitar setengah dari peserta melihat perbaikan pada sakit kepala kronis setelah belajar bagaimana menghentikan kebiasaan memproduksi stres "bencana", atau terus memikirkan pemikiran negatif tentang rasa sakit mereka.
Dalam sebuah penelitian, misalnya, sekitar setengah dari peserta melihat penyembuhan pada sakit kepala kronis setelah belajar bagaimana menghentikan kebiasaan terkena "bencana" stres, atau terus memikirkan pemikiran negatif tentang rasa sakit mereka.
Adaptation, free and communicative translation method.
6
Chronic stress may also cause disease, either because of changes in your body or the overeating, smoking and other bad habits people use to cope with stress.
Stres kronis juga bisa menyebabkan penyakit, entah karena perubahan pada tubuh Anda atau kebiasaan makan berlebihan, merokok dan kebiasaan buruk lainnya yang digunakan orang untuk mengatasi stres.
Stres kronis juga bisa menyebabkan penyakit, entah karena perubahan pada tubuh Anda atau kebiasaan makan berlebihan, merokok dan kebiasaan buruk lainnya yang digunakan orang untuk mengatasi stres.
Free and communicative translation method.
7
Job strain — high demands coupled with low decision-making latitude — is associated with increased risk of coronary disease, for example.
Ketegangan kerja - tuntutan tinggi ditambah dengan lintang pengambilan keputusan yang rendah - dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit koroner, misalnya.
Ketegangan kerja - tuntutan tinggi ditambah dengan lintang pengambilan keputusan yang rendah - dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit koroner, misalnya.
Free and communicative translation method.
8
Bentuk stres kronis lainnya, seperti depresi dan rendahnya tingkat dukungan sosial, juga telah terlibat dalam peningkatan risiko kardiovaskular.
Bentuk stres kronis lainnya, seperti depresi dan rendahnya tingkat dukungan sosial, juga menjadi salah satu penyebab peningkatan risiko kardiovaskular.
Free and communicative translation method.
9
And once you're sick, stress can also make it harder to recover.
Dan begitu Anda sakit, stres juga bisa membuat lebih sulit pulih.
Dan begitu Anda sakit, stres juga bisa membuat lebih sulit pulih.
Free and communicative translation method.
10
One analysis of past studies, for instance, suggests that cardiac patients with so-called “Type D” personalities — characterized by chronic distress — face higher risks of bad outcomes.
Salah satu analisis studi masa lalu, misalnya, menunjukkan bahwa pasien jantung dengan apa yang disebut kepribadian "Tipe D" - yang ditandai dengan masalah kronis - menghadapi risiko hasil buruk yang lebih tinggi.
Salah satu analisis studi masa lalu, misalnya, menunjukkan bahwa pasien jantung dengan apa yang disebut kepribadian "Tipe D" - yang ditandai dengan masalah kronis - akan menghadapi risiko-risiko hasil yang lebih buruk.
Free and communicative translation method.

Sabtu, 10 Maret 2018

Article Translation (tugas 1 Penerjemahan berbantuan komputer)

Tugas Kelompok 4SA02
Asabel Putri, Chelsi Claudia, Eliska Tejaningtyas,
Julitha Putri, Siti Wulandari, Rahma Nabilah.
Penerjemahan Berbantuan Komputer
No
SL
Google Translate
TL
Strategy (Newmark)
1
When stress starts interfering with your ability to live a normal life for an extended period, it becomes even more dangerous.
Ketika stres mulai mengganggu kemampuan Anda menjalani kehidupan normal dalam waktu lama, itu akan menjadi lebih berbahaya lagi.
Ketika stress mulai mengganggu anda dalam menjalani kehidupan rutinitas dalam jangka waktu yang panjang, itu akan menjadi lebih berbahaya lagi.
Free and communicative translation method.
2
The longer the stress lasts, the worse it is for both your mind and body.
Semakin lama stres berlangsung, semakin buruk bagi pikiran dan tubuh Anda.
Semakin lama stres berlangsung, semakin buruk pula bagi kesehatan rohani dan jasmani dalam tubuh anda.
Free and communicative translation method.
3
You might feel fatigued, unable to concentrate or irritable for no good reason, for example.
Anda mungkin merasa lelah, tidak dapat berkonsentrasi atau mudah tersinggung tanpa alasan yang bagus, misalnya.
Anda mungkin akan merasa lelah, tidak dapat berkonsentrasi atau mudah tersinggung tanpa alasan yang jelas, misalnya.
Free and communicative translation method.
4
But chronic stress causes wear and tear on your body, too.Stress can make existing problems worse.
Tapi stres kronis menyebabkan keausan pada tubuh Anda juga. Stres bisa membuat masalah yang ada menjadi lebih buruk.
Stres kronis menyebabkan keausan pada tubuh anda juga. Stres bisa membuat masalah yang ada menjadi lebih buruk.
Free and communicative translation method.
5
In one study, for example, about half the participants saw improvements in chronic headaches after learning how to stop the stress-producing habit of “catastrophizing,” or constantly thinking negative thoughts about their pain.
Dalam sebuah penelitian, misalnya, sekitar setengah dari peserta melihat perbaikan pada sakit kepala kronis setelah belajar bagaimana menghentikan kebiasaan memproduksi stres "bencana", atau terus memikirkan pemikiran negatif tentang rasa sakit mereka.
Dalam sebuah penelitian, misalnya, sekitar setengah dari peserta melihat penyembuhan pada sakit kepala kronis setelah belajar bagaimana menghentikan kebiasaan terkena "bencana" stres, atau terus memikirkan pemikiran negatif tentang rasa sakit mereka.
Adaptation, free and communicative translation method.
6
Chronic stress may also cause disease, either because of changes in your body or the overeating, smoking and other bad habits people use to cope with stress.
Stres kronis juga bisa menyebabkan penyakit, entah karena perubahan pada tubuh Anda atau kebiasaan makan berlebihan, merokok dan kebiasaan buruk lainnya yang digunakan orang untuk mengatasi stres.
Stres kronis juga bisa menyebabkan penyakit, entah karena perubahan pada tubuh Anda atau kebiasaan makan berlebihan, merokok dan kebiasaan buruk lainnya yang digunakan orang untuk mengatasi stres.
Free and communicative translation method.
7
Job strain — high demands coupled with low decision-making latitude — is associated with increased risk of coronary disease, for example.
Ketegangan kerja - tuntutan tinggi ditambah dengan lintang pengambilan keputusan yang rendah - dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit koroner, misalnya.
Ketegangan kerja - tuntutan tinggi ditambah dengan lintang pengambilan keputusan yang rendah - dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit koroner, misalnya.
Free and communicative translation method.
8
Bentuk stres kronis lainnya, seperti depresi dan rendahnya tingkat dukungan sosial, juga telah terlibat dalam peningkatan risiko kardiovaskular.
Bentuk stres kronis lainnya, seperti depresi dan rendahnya tingkat dukungan sosial, juga menjadi salah satu penyebab peningkatan risiko kardiovaskular.
Free and communicative translation method.
9
And once you're sick, stress can also make it harder to recover.
Dan begitu Anda sakit, stres juga bisa membuat lebih sulit pulih.
Dan begitu Anda sakit, stres juga bisa membuat lebih sulit pulih.
Free and communicative translation method.
10
One analysis of past studies, for instance, suggests that cardiac patients with so-called “Type D” personalities — characterized by chronic distress — face higher risks of bad outcomes.
Salah satu analisis studi masa lalu, misalnya, menunjukkan bahwa pasien jantung dengan apa yang disebut kepribadian "Tipe D" - yang ditandai dengan masalah kronis - menghadapi risiko hasil buruk yang lebih tinggi.
Salah satu analisis studi masa lalu, misalnya, menunjukkan bahwa pasien jantung dengan apa yang disebut kepribadian "Tipe D" - yang ditandai dengan masalah kronis - akan menghadapi risiko-risiko hasil yang lebih buruk.
Free and communicative translation method.


How stress affects your health

·         Stress Fact Sheet (PDF, 390KB)
Stress: We've all felt it. Sometimes stress can be a positive force, motivating you to perform well at your piano recital or job interview. But often — like when you're stuck in traffic — it's a negative force. If you experience stress over a prolonged period of time, it could become chronic — unless you take action.
A natural reaction
Have you ever found yourself with sweaty hands on a first date or felt your heart pound during a scary movie? Then you know you can feel stress in both your mind and body.
This automatic response developed in our ancient ancestors as a way to protect them from predators and other threats. Faced with danger, the body kicks into gear, flooding the body with hormones that elevate your heart rate, increase your blood pressure, boost your energy and prepare you to deal with the problem.
These days, you're not likely to face the threat of being eaten. But you probably do confront multiple challenges every day, such as meeting deadlines, paying bills and juggling childcare that make your body react the same way. As a result, your body's natural alarm system — the “fight or flight” response — may be stuck in the on position. And that can have serious consequences for your health.
Pressure points
Even short-lived, minor stress can have an impact. You might get a stomach-ache before you have to give a presentation, for example. More major acute stress, whether caused by a fight with your spouse or an event like anearthquake or terrorist attack, can have an even bigger impact.
Multiple studies have shown that these sudden emotional stresses — especially anger — can trigger heart attacks, arrhythmias and even sudden death.1 Although this happens mostly in people who already have heart disease, some people don't know they have a problem until acute stress causes a heart attack or something worse.
Chronic stress
When stress starts interfering with your ability to live a normal life for an extended period, it becomes even more dangerous. The longer the stress lasts, the worse it is for both your mind and body. You might feel fatigued, unable to concentrate or irritable for no good reason, for example. But chronic stress causes wear and tear on your body, too.
Stress can make existing problems worse.2 In one study, for example, about half the participants saw improvements in chronic headaches after learning how to stop the stress-producing habit of “catastrophizing,” or constantly thinking negative thoughts about their pain.3 Chronic stress may also cause disease, either because of changes in your body or the overeating, smoking and other bad habits people use to cope with stress. Job strain — high demands coupled with low decision-making latitude — is associated with increased risk of coronary disease, for example.4 Other forms of chronic stress, such as depression and low levels of social support, have also been implicated in increased cardiovascular risk. And once you're sick, stress can also make it harder to recover. One analysis of past studies, for instance, suggests that cardiac patients with so-called “Type D” personalities — characterized by chronic distress — face higher risks of bad outcomes.5
What you can do
Reducing your stress levels can not only make you feel better right now, but may also protect your health long-term.
In one study, researchers examined the association between “positive affect” — feelings like happiness, joy, contentment and enthusiasm — and the development of coronary heart disease over a decade.6 They found that for every one-point increase in positive affect on a five-point scale, the rate of heart disease dropped by 22 percent.
While the study doesn't prove that increasing positive affect decreases cardiovascular risks, the researchers recommend boosting your positive affect by making a little time for enjoyable activities every day.
Other strategies for reducing stress include:
·         Identify what's causing stress. Monitor your state of mind throughout the day. If you feel stressed, write down the cause, your thoughts and your mood. Once you know what's bothering you, develop a plan for addressing it. That might mean setting more reasonable expectations for yourself and others or asking for help with household responsibilities, job assignments or other tasks. List all your commitments, assess your priorities and then eliminate any tasks that are not absolutely essential.
·         Build strong relationships. Relationships can be a source of stress. Research has found that negative, hostile reactions with your spouse cause immediate changes in stress-sensitive hormones, for example.7 But relationships can also serve as stress buffers. Reach out to family members or close friends and let them know you're having a tough time. They may be able to offer practical assistance and support, useful ideas or just a fresh perspective as you begin to tackle whatever's causing your stress.
·         Walk away when you're angry. Before you react, take time to regroup by counting to 10. Then reconsider. Walking or other physical activities can also help you work off steam. Plus, exercise increases the production of endorphins, your body's natural mood-booster. Commit to a daily walk or other form of exercise — a small step that can make a big difference in reducing stress levels.
·         Rest your mind. According to APA's 2012 Stress in America survey
, stress keeps more than 40 percent of adults lying awake at night. To help ensure you get the recommended seven or eight hours of shut-eye, cut back on caffeine, remove distractions such as television or computers from your bedroom and go to bed at the same time each night. Research shows that activities like yoga and relaxation exercises not only help reduce stress, but also boost immune functioning.8
·         Get help. If you continue to feel overwhelmed, consult with a psychologist or other licensed mental health professional who can help you learn how to manage stress effectively. He or she can help you identify situations or behaviors that contribute to your chronic stress and then develop an action plan for changing them.
The American Psychological Association's Practice Directorate gratefully acknowledges the assistance of David S. Krantz, PhD, Beverly Thorn, PhD, and Janice Kiecolt-Glaser, PhD, in developing this fact sheet.
References
1 Krantz, D.S., Whittaker, K.S. & Sheps, D.S. (2011). “Psychosocial risk factors for coronary artery disease: Pathophysiologic mechanisms.” In Heart and Mind: Evolution of Cardiac Psychology . Washington, DC: APA.
2 Kiecolt-Glaser, J. & Glaser, R.
3 Thorn, B.E., Pence, L.B., et al. (2007). “A randomized clinical trial of targeted cognitive behavioral treatment to reduce catastrophizing in chronic headache sufferers.” Journal of Pain 8 , 938-949.
4 Krantz, D.S. & McCeney, M.K. (2002). “Effects of psychological and social factors on organic disease: A critical assessment of research on coronary heart disease.” Annual Review of Psychology, 53 , 341-369.
5 Denollet, J., et al. (2010). “A general propensity to psychological distress affects cardiovascular outcomes: Evidence from research on the type D (distressed) personality profile.” Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes, 3, 546-557.
6 Davidson, K.W., Mostofsky, E. & Whang, W. (2010). “Don't worry, by happy: Positive affect and reduced 10-year incident coronary heart disease: The Canadian Nova Scotia Health Survey.” European Heart Journal, 31 , 1065-1070.
7 Kiecolt-Glaser, J. & Glaser, R.
8 Kiecolt-Glaser, J. & Glaser, R.
Revised 2013